Osaka, 12 Juli 2026

Pagi ini dengan cuti kerja sehari, semalam ku antar kakak iparku ke bandara, setelah 90 hari merayakan pernikahannya dengan kakak ku. kabar baiknya, aku menunggu keponakanku lahir. Lalu aku pergi ke 本町 masih ditemani Billie Eilish di daftar putar musik. Hp tanpa saluran internet, berjalan hanya mengandalkan palang kecil dan simbol yang tertempel di dinding stasiun. Entah apa yang berbeda, rasanya dulu hampir muak dengan deretan kereta, peron dan pintu keluar yang itu-itu  saja. Kali ini aku berjalan begitu ringan. Aku mengantar teman yang kebetulan akan memulai pelatihan caregiver di sekitar situ. Sebenarnya aku hanya ingin merasakan kembali, apakah rasa muak itu masih ada? ternyata goresan pengalaman kelam itu sudah cukup sembuh. Walaupun belum sempurna tapi cukup lega. 


Pulang.

Dari Stasiun Namba aku masuk ke kereta jurusan Kansai Airport, syukurlah hari ini aku bisa duduk karena bisanya penuh bahkan selama 45 menit harus berdiri sampai stasiun tujuanku. Hp tanpa internet itu masih tersambung dengan earpodsdan daftar musik yang masih sama. Kenapa bisa? karena tadi sebelum masuk kereta aku download musik, membosankan sekali tanpa kegiatan menggulirkan jari di hp pintar ini. 

 5 menit setelah aku duduk, kereta belum juga berangkat. Masuklah sepasangan kakek dan nenek yang umurnya sekitar 80 tahun, mungkin? Dengan pakaian bercorak seperti batik (tapi aku yakin itu bukan batik), rambut rapih disisir ke belakang, romantis sekali. “Mau duduk di mana?” tanya si kakek. “Duduklah di pinggir jendela” Jawab nenek. Tas besar yang kakek pegang, diletakkannya di rak atas tempat duduk. Sesekali si nenek menengok ke lain arah, seperti kebingungan lalu kakek menenangkan. Entah apa yang terjadi, ku rasa itu bukan urusanku. Tetapi melihat rentetan adegan ini begitu menenangkan. Sudah berapa puluh tahun mereka bersama, berjuta-juta maaf yang mereka saling lontarkan. Dalam benak, apakah aku akan merasakan hal yang sama suatu saat nanti? Aku tak begitu berharap kepada apapun dan siapapun di dunia ini. Tapi masih aku doakan, dengan siapa dan seperti apa. Ah, bukannya do’a itu juga wujud dari pengharapan?. Yasudah lah, kita lihat saja nanti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menikah Atau Tidak, Memangnya Kenapa?

Masih senin. Dan mendadak saya merasa hari sudah buruk saja

PIKIR IBU